Menteri Petanian Timor Leste Jalin Kerjasama dengan Ponpes Al-Huda Indonesia

ESTRELAONLINE.CO – Menteri Pertanian Timor Leste, Dr Regio Da Cruz Salu menjadi tamu istimewa di Pondok Pesantren Al Huda di Desa Patok Picis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Senin (8/8/2016).

Kunjungan Menteri Pertanian Timor Leste itu, guna menjalin kerjasama di bidang agrikultura. Di dampingi istrinya Mrs Susy Larasati, menteri Pertanian beserta rombongan berharap dapat penawaran ekspor produksi hasil pertanian, termasuk buah-buahan yang selama ini di kelola Ponpes setempat.

Karena selain lembaga pendidikan Agama Islam, Ponpes Al Huda juga memproduksi hasil pertanian yang banyak dikerjakan oleh santriwan dan satriwati berjumlah ratusan orang. Sejumlah produk pertanian yang bakal di ekspor nantinya seperti buah pepaya, blimbing, jeruk dan juga salak.

“Kunjungan kami ke Kabupaten Malang Sebagai tindak lanjut kerjasama dibidang agrikultura. Sebab beberapa wilayah di Kabupaten Malang ini, memiliki potensi dalam mengembangkan pertanian. Sehingga Pemerintah Timor Leste tidak hanya melakukan kerjasama dalam bidang Pemerintah saja, tapi juga bidang pendidikan,” terang Regio.

Menurutnya, Ponpes Al Huda selama ini telah mengembangkan produksi pertanian yang memiliki kualitas ekspor, baik berupa sayur mayur maupun buah-buahan.

Disinggung kenapa memilih Kabupaten Malang? Hal itu seperti di jelaskan Perdana Menteri Timor Leste, Rui Maria de Araujo, karena Kabupaten Malang memiliki potensi hasil pertanian yang luar biasa. Hal itulah yang menjadi pertimbangan Pemerintah Timor Leste untuk melakukan kerjasama dibidang agrikultura.

“Potensi petanian di Timor Leste, yang kini menjadi produk unggulan adalah kopi. Karena negara kami dulunya bagian dari Indonesia, potensi yang paling besar lainya di sektor gas alam. Sementara untuk sayuran dan buah-buahan, masih impor dari negara tetangga termasuk Indonesia ini,” paparnya.

Regio melanjutkan, pihaknya berharap hasil produksi pertanian yang dihasilkan petani Kabupaten Malang, bisa di ekspor ke Timor Leste. “Kami membuka tangan lebar-lebar hasil produksi pertanian dari Kabupaten Malang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Al Huda, KH Tajoel Arifin mengatakan, pihaknya telah menerima penawaran Pemerintah Timor Leste terkait ekspor hasil pertanian diantaranya buah-buahan.

Pada bulan Desember 2016 mendatang, ada empat komiditi buah-buahan yang akan di ekspor ke negara yang pernah menjadi bagian dari Indonesia, yakni Blimbing, Pepaya, Jeruk, dan salak.

“Produk unggulan yang kita miliki saat ini yaitu buah blimbing yang berukuran besar. Sedangkan buah blimbing tersebut saat ini menjadi ikon Kecamatan Wajak. Selain bentuknya besar, rasanya pun manis jika dibanding buah blimbing dari daerah lain di Jawa Timur,” urainya.

Ia membeberkan, untuk lahan pertanian yang dimiliki saat ini seluas 4 hektare. Terdapat empat jenis tanaman sebagai komoditi unggulan. Secara keseluruhan, lahan tersebut di kelola langsung oleh santriwan dan santriwati Ponpes Al Huda. “Hasil produksi pertanian dari lahan itulah yang kita ekspor ke Timor Leste,” pungkasnya. (beritajatim.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *