Sakit Hebat itu Sembuh Melalui Operasi Dua Jam

ESTRELAONLINE.CO-Raut wajah Robby Yanto Hermanus (65) terlihat berseri-seri. Tubuhnya terlihat bugar dan suaranya terdengar lantang. Ia menceritakan pengalaman sakit yang dialami beberapa bulan lalu dengan semangat. “Saya sekarang sudah bisa tertawa lepas dan kembali bekerja seperti sedia kala. Beda dengan awal tahun lalu, hidup saya penuh penderitaan,” katanya mengawali pembicaraan.

Robby menceritakan di awal tahun 2016 lalu dia punya pengalaman yang tak terlupakan sepanjang hidupnya. Dia mengidap sakit yang luar biasa hebat di bagian wajah. Ceritanya, suatu ketika di awal-awal 2016 tiba-tiba pipi bagian sebelah kiri merasakan sakit. Semula ia mengira sakit tersebut berasal dari giginya.

“Tapi ketika saya periksakan ke dokter, dokter mengatakan bahwa gigi saya baik-baik saja, tidak ada masalah,” kata bapak tiga orang anak asal Kupang, NTT yang tinggal di Surabaya tersebut.

Yang membuat Robby makin khawatir makin hari sakit yang dirasakan makin parah. Kalau pada awalnya cuma cekot-cekot biasa tapi lama kelamaan kalau kambuh bagian pipi sakitnya luar biasa seperti disetrum, bahkan disayat-sayat dengan pisau. “Kalau kambuh tak bisa digambarkan bagaimana penderitaan saya,” kata pengusaha antar pulau tersebut.

Pada saat kambuh jangankan untuk mengunyah makanan, atau sikat gigi, disentuh saja bagian pipi sakitnya tak terhankan. “Jadi bisa bayangkan bagaimana tersiksanya, kalau sudah kumat terpaksa semua aktifitas berhenti,” imbuhnya.

Karena gagal di dokter gigi satu kemudian dia pindah ke dokter gigi yang lain dengan harapan siapa tahu dokter berikutnya bisa menemukan sumber sakitnya. Tetapi lagi-lagi dokter tak menemukan yang menjadi penyebab sakitnya. Bahkan dia mengulang sampai dokter gigi yang ketiga kalinya. “Dari foto rontgen susunan gigi saya bagus dan tidak ada masalah sehingga dokter tidak melakukan pengobatan sebab memang tidak ada gangguan disana,” paparnya.

Dokter gigi tidak bisa menyembuhkan hanya menjelaskan bahwa sumber sakit yang dia alami itu diakibatkan karena saraf. “Cuma sarafnya terkena apa saya juga tidak tahu sebab dokter tidak bisa menjelaskan pula,” ujarnya.

Tidak berhasil dengan pengobatan di dokter gigi kemudian Robby berusaah mencari alternative yaitu ke tusuk jarum. Tetapi, lagi-lagi meski sudah ditusuk jarum di bagian-bagian wajah yang dianggap sebagai sumber sakitnya namun tetap saja sakit hebat tersebut tidak bisa hilang.

“Jujur saja sempat bingung, ini sakit jenis apa secara fisik tubuh saya sehat tetapi rasannya di pipi kalau kambuh sakitnya hebat sekali,” kata Robby yang masih merasa beruntung karena dokter gigi tidak sampai mencabut gigi-giginya.

Robby tak putus asa dia kemudian mencoba berobat ke seorang dokter saraf yang ada di Singapura, siapa tahu dengan kemajuan teknologi yang dimiliki dokter setempat berhasil mendeteksi sakitnya. Namun untuk kesekian kalinya dia menerima kekecewaan, dokter saraf disana tetap tidak bisa menemukan sumber sakitnya bahkan makin hebat saja.

Beruntung sekali di tengah kebingungan tersebut dia mendapat informasi dari salah seorang temannya untuk coba datang ke dr. Sofyanto, SpBS di Surabaya siapa tahu sakit tersebut bisa disembuhkan. Ternyata informasi dari temannya tersebut benar. Setelah bertemu dr Sofyanto, dia ruang prakteknya dia akhirnya tahu bahwa sakit yang dialaminya tersebut bernama trigeminal neuralgia (TN) yaitu terjadinya persentuhan antara saraf nomor lima dengan pembuluh darah yang ada di sekitar otak.

Menurutnya bahwa satu-satunya cara penyembuhannya yaitu dengan jalan operasi bedah mikro untuk memisahkan antara saraf dengan pembuluh darah yang lengket tersebut. “Dengan penjelasan yang gamblang apalagi saya sudah tidak tahan dengan penderitaan, saya akhirnya bersedia untuk dilakukan operasi,” kata Robby.

Lalu pada tanggal 2 Mei 2016 operasi dilakukan. Sebenarnya operasi itu sendiri dilakukan di daerah rawan karena lokasi sumber sakitnya ada di dekat otak. Tetapi dengan penjelasan yang cukup dia kesampingkan perasaan takut tersebut. Dan ia benar-benar bersyukur karena setelah dilakukan operasi yang berlangsung kurang dari dua jam, setelah siuman di ruang ICU semua sakit yang pernah ia rasakan berbulan-bulan sebelumnya tersebut hilang seketika. “Itu benar-benar bagai mukjizat,” katanya mantap.

Sejak itu lanjut Robby dia berusaha menyampikan kepada siapapun tentang pengalaman yang pernah dia rasakan. Sebab ia menduga masih banyak orang yang mengalami sakit seperti dirinya namun tidak tahu harus berobat kemana.

“Kalau sakit seperti yang saya alami tidak usah berobat ke luar negeri di Surabaya sudah ada dokter yang tepat. Di luar negeri, sudah jauh, biaya banyak, masih tidak berhasil juga,” saran Robby.

Karena itu dia sangat mendukung rencana dr. Sofyan bersama tim Comprehensive Brain and Spine Centre Surabaya, yang pada tanggal Sabtu 23 Juli 2016 nanti mengadakan gathering dalam rangka edukasi kesehatan di Hotel Swiss Bell Inn Kupang secara cuma-cuma.

“Saya berharap dengan edukasi kesehatan ini masyarakat akan tahu lebih banyak tentang berbagai jenis sakit di lingkup bedah saraf,” pungkasnya.(*)