Peneliti Australia Bantu Kembangkan Varietas Bibit Pangan di Timor Leste

ETRELAONLINE.CO-Sebuah proyek penelitian pertanian bantuan Australia di Timor Leste yang dimulai tahun 2000 kini berakhir setelah 16 tahun. Hasilnya, petani setempat berhasil mengembangkan varietas pangan yang bisa membantu mengatasi kelaparan.

Para peneliti pertanian Australia termasuk gelombang pertama yang tiba di Timor Leste setelah negara itu merdeka tahun 1999. Kedatangan mereka untuk meninjau kebutuhan yang diperlukan di sektor pertanian.

Kini, dalam upacara di Dili, Menteri Pertanian Timor Leste Estanislau da Silva mengumumkan 7 varietas bibit baru termasuk dua jenis ubi jalar, varietas kacang-kacangan, serta varietas ubi kayu.

Selain itu, juga dikembangkan varietas ubi jalar misalnya sangat kaya akan Vitamin A dan penting karena bisa mengatasi masalah rabun di kalangan penduduk Timor.

Varietas ubi jalar lainnya yang berwarna ungu kini bisa ditemukan di pasar Kota Baucau di bagian timur negara itu serta cocok ditanam di semua wilayah.

Total ada 19 varietas baru bibit pangan setelah melakukan sedikitnya 600 kali ujicoba di sekitar 4 ribu lokasi, dan 16 tahun ini.

Total nilai bantuan proyek ini mencapai 38 juta dollar, yang akan berakhir pada Juni mendatang dan diserahkan ke Kementrian Pertanian Timor Leste.

Proyek bernama Seeds of Life Project ini dimulai tidak lama setelah diadakan referendum di Timor Leste.

Team leader John Dalton menjelaskan, pakar agronomi ternama Australia Colin Piggin termasuk di antara yang pertama terlibat dalam proyek untuk memastikan keamanan pasokan makanan.

JAGUNG-2
Varietas bibit pangan dipamerkan Timor Leste. (Foto: ABC/Sarina Locke)

“Mereka menyaksikan masalah kelaparan yang mengancam sementara petani hanya bergantung pada varietas lama,” katanya.

“Mereka mendatangi CGIARS dan meminta varietas terbaik untuk jagung, beras, kacang-kacangan, ubi jalar, serta ubi kayu,” jelas Dalton.

Dengan pengembangan varietas yang cocok untuk Timor Leste, diperlukan cara untuk memproduksi bibit-bibit tersebut.

Seeds of Life kemudian menggandeng lembaga intrnasional lainnya.

“Sejumlah lembaga hanya memberikan bibit kepada petani dan tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya,” ujar Rob Williams yang memimpin proyek ini di tahap selanjutnya hingga tahun 2011.

Namun ada kelompok yang kemudian berhasil mengembangkan produksi bibit.

Dalton menjelaskan semua varietas bibit baru ini dikembangkan secara tradisional, bukan secara hibrida serta tidak dimodifikasi secara genetik.

Varietas jagung baru misalnya, bisa menghasilkan panen 40 persen lebih banyak, sedang padi varietas baru 20 persen lebih banyak. Ubi jalar dengan varietas baru menghasilkan panen hingga 130 persen lebih banyak.

Lahan di perbukitan Aileu di luar Dili sangat menyulitkan petani setempat. Tanahnya tidak sesubur dengan wilayah lainnya di kepulauan Indonesia.

Keberhasilan Seeds of Life telah mendorong perbankan di Timor Leste untuk menyiapkan pinjaman dengan bunga rendah bagi kaum perempuan.

Bank komunitas hanya memberikan bunga 3 persen perbulan, dengan pinjaman total dalam dua tahun mencapai 200 ribu dollar.

Dari penelitian diketahui bahwa dana yang dipinjam ini dipergunakan petani untuk membiayai pendidikan anak mereka, memperbaiki rumah, serta biaya pengobatan serta pengembangan usaha pertanian mereka.

“Kaum perempuan memiliki akses pinjaman untuk memulai usaha baru,” kata Wayan Tambun dari Seeds of Life.

Menurut Williams, sedikitnya 65 persen petani kini mempergunakan varietas bibit baru,” katanya.

Salah seorang petani bernama Francesca Magdalena Pintu menyatakan senang dengan adanya bibit baru jagung.

“Ini sangat membantu kami,” katanya. “Salah satunya saya bisa menyekolahkan anak, bahkan ada yang sudah di perguruan tinggi.”

“Kami juga sudah bisa menyemen lantai rumah, membeli motor. Juga bisa menyelenggarakan pernikahan, dan upacara lainnya,” tambah Pintu.

Penjajahan yang dialami Timor Leste telah menghilangkan potensi kayu cendana di negara itu.

Kini Australia berharap bisa memulihkan kembali potensi itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *