Meilia Shofa Wanita Berdarah Timor Leste yang Mendalami Tarian Tradisional Indonesia di Malang

SURABAYAONLINE.CO, MALANG – Meilia Shofa memang kelahiran Timor Leste. Ia seorang wanita Indonesia berdara Timor Leste. Tetapi ia memilih jalur tradisi Indonesia untuk tariannya. Tarian tradisi itu juga yang akan ia tampilkan di Indonesian Art of Dance di Australia, 2 Juli 2016.

Pemilik sanggar tari Padma Kartiasa Malang ini akan menampilkan tarian berjudul ‘Jalmo Manungsa” atau menjelma menjadi manusia. “Tari tradisi meski kontemporer. Saya menari bersama tiga orang lain yakni satu dari Solo dan dua dari Tulungagung,” ujar Mei kepada Suryamalang.com.

Dan untuk mempersiapkan penampilannya nanti, Mei harus meluangkan waktu di hari Sabtu dan Minggu untuk berlatih. Berlatihnya juga berpindah karena penarinya ada di Tulungagung, Malang, dan Solo.

Kecintaannya kepada tarian tradisional membuat ibu dua anak jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini memilih tarian tersebut. Karena cintanya juga, ia banyak terlibat kepada pagelaran kesenian dan ritual tradisional.

Seperti ketika memperingati Hari Air Sedunia lalu. Mei bersama komunitas seniman dan pecinta budaya Malang, melakukan jelajah patirtan. Mei dan beberapa orang penari kebagian melakukan ritual air dan menari di air.

“Ritual untuk menghormati air itu banyak dilakukan oleh seniman, terutama di Bali. Kalau di Malang memang baru pertama dan itu baik. Kita semua harus menghormati dan menjaga air,” tegas Mei.

Lalu, Kamis (24/3/2016) malam ia juga terlibat dalam pagelaran bulan purnama ‘Mbulan Ndadari’ di Candi Badut Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Acara yang menyuguhkan tontotan dan tuntutan Jawa di kala bulan purnama itu digelar dalam kondisi gelap, hening dan khidmat. “Benar-benar hening, saya menari sampai kesandung,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Mei juga memilih menularkan kemampuannya di tarian tradisional kepada anak-anak di Kecamatan Turen dan Bandulan Kota Malang. Di Turen, ia menjadi sukarelawan melatih 22 anak desa menari. Sedangkan di Bandulan, ia diminta mengajari anak-anak pinggir Sungai Metro oleh Yayasan Sanggar Sahabat Anak. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *