Australia Ingin Perbaiki Hubungan dengan Timor Leste

ESTRELAONLINE.CO, SURABAYA-Oposisi juru bicara urusan luar negeri Tanya Plibersek mengatakan Partai Buruh ingin memperbaiki hubungan Australia dengan Timor Leste dengan negosiasi ulang perbatasan maritim antara kedua negara.

Ms Plibersek mengatakan hubungan antara kedua negara telah memburuk selama bertahun-tahun.

Dia mengatakan kepada Lateline pemerintah Partai Buruh akan membuka kembali pembicaraan tentang perbatasan maritim dan jika mereka gagal, mereka akan tunduk kepada arbitrase internasional.

“Selama bertahun-tahun sekarang hubungan kita dengan Timor Leste telah dipengaruhi oleh kegagalan kita untuk menentukan batas laut antara kedua negara kita,” katanya.

“Kami adalah pendukung besar kemerdekaan Timor Leste dan pada waktu itu ada hubungan yang sangat erat antara kami dan tetangga baru kami, tetapi hubungan memburuk sampai batas tertentu karena kita tidak bisa menyelesaikan masalah yang luar biasa ini.”

Lokasi perbatasan maritim dalam kaitannya dengan ladang minyak dan gas multi-miliar dolar di Laut Timor merupakan pusat skandal mata-mata yang mengguncang hubungan antara Timor Leste dan Australia.

Australia telah dituduh mengganggu kantor kabinet Timor Timur selama negosiasi untuk perjanjian yang akan membagi pendapatan dari ladang minyak bernilia 40 miliar dolar di Greater Sunrise.

Ms Plibersek menolak untuk mengomentari skandal penyadapan tapi dia mengatakan kepada Lateline dalam kepentingan nasional Australia untuk menyelesaikan masalah perbatasan.

“Selama puluhan tahun kami belum memiliki perbatasan yang tepat dengan salah satu tetangga terdekat kita,” katanya.

“Ketidakpastian yang sedang berlangsung tentang di mana perbatasan terletak di antara kedua negara tidak dalam kepentingan nasional kita dan itu juga tidak baik bagi kita secara internasional, tidak baik untuk reputasi kami.”

Timor Leste telah membawa kasus mata-mata ke Pengadilan Tetap Arbitrase di Den Haag.

Mantan presiden negara itu, Xanana Gusmao, mengatakan kepada Lateline ia menganggap operasi penyadapan tindak pidana.

Ms Plibersek mengatakan resolusi akhir di perbatasan maritim berarti tidak akan ada lagi menjadi kebutuhan untuk perjanjian seperti itu.(abc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *